Surau TV

Banner

Pengamat: Berisiko Bagi Jokowi Jika Tunjuk Ahok Jadi Menteri

Image
Monday, 24 April 2017 | 20:13:52 WIB


Pengamat politik Gun Gun Heryanto mengatakan akan berisiko bagi Presiden Joko Widodo apabila perombakan kabinet hanya untuk menunjuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai menteri.

 Lagi pula, masa jabatan Basuki akan berakhir hingga Oktober 2017 artinya masih menyisakan waktu enam bulan.

“Itu terlalu beresiko. Kalau dikhususkan maka akan kontraproduktif dengan reshuffle,” kata  Gun Gun dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Senin (24/4/2017).

Apalagi sosok Basuki bagi sebagian masyarakat mendapatkan reaksi negatif karena dianggap telah menghina agama Islam terkait ucapannya mengenai Surat Al-Maidah.

Basuki merupakan terdakwa dalam kasus dugaan penghinaan agama. Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Basuki dituntut hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Jaksa menilai Basuki terbukti melakukan perasaan kebencian di muka umum dan menyinggung golongan tertentu.“Kalau Pak Basuki apalagi mendapatkan resistensi dari publik, itu justru hanya mengakomodasi.

Riskan bagi Jokowi artnya akan terjadi riak-riak yang akan merugikan Jokowi,” ujarnya.Berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menang atas Basuki-Djarot Saiful Hidayat dalam pilkada DKI Jakarta putaran kedua 19 April.

Lalu santer kabar Basuki akan menjadi menteri. Bahkan isu-isu reshuffle dikaitkan dengan  rencana Jokowi angkat Basuki sebagai menteri di Kabinet Kerja. (Rri)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...