Surau TV

Banner

May Day 2017, Pekerja Perempuan Desak Hapus Diskriminasi

Image
Monday, 01 May 2017 | 22:29:21 WIB


 Hari Buruh Internasional (May Day) 2017, yang diperingati di kota-kota besar di Indonesia, dimanfaatkan pekerja perempuan untuk menyuarakan tuntutannya. Di Jakarta, pekerja perempuan dari profesi mulai pekerja formal, informal, pembantu rumah tangga bahkan kaum transgender turut meramaikan Hari Buruh Internasional. Selain menyuarakan tuntutan kesejahteraan, pekerja perempuan juga menuntut agar perempuan tidak lagi diperlakukan secara diskriminatif.

Ketua Serikat Pekerja Rumah Tangga  Sapu Lidi Jakarta,  Leni Suryani mengatakan selama ini, pekerja perempuan kerap diperlakukan diskriminasi dan dianggap sebagai sosok yang lemah. Oleh sebab itu, di momen tersebut, Leni dan pekerja perempuan lainnya mendesak agar tidak ada diskriminasi dalam bekerja.

“Pekerja perempuan sering mendapat diskriminasi, sering tersisih. Kadang perempuan dianggap kaku, lemah, terpinggirkan dan tersisih,” kata Leni, Senin (1/5/2017).

Selain itu Leni juga mengungkapkan jaminan sosial seperti jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan termasuk didalamnya adalah  jaminan di hari tua dan pensiun, belum sepenuhnya diterima. (rri)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...